MTM Lampung Bebeberkan Secara Detail Dugaan Penyimpangan Dinas DKTH

Bandar Lampung83 Dilihat

 

Bandar lampung, – Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) provinsi Lampung kali ini membeberkan secara detail dugaan penyimpangan pekerjaan Infrastruktur yang dikelola oleh Dinas ketahanan pangan, Tanaman pangan dan hortikultura ( DKTH) provinsi lampung tahun Anggaran APBD 2023, terang Ashari Hermansyah selaku ketua umum Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) provinsi Lampung kepada media kamis, (18/01/2023).

Pihaknya menyebutkan terdapat 9 (sembilan) pekerjaan infratruktur yang diduga menyimpang dan tidak sesuai spesifikasi, penyimpangan dimaksud sebut Ashari, adalah ;
1. Rehab ruang isolasi/identifikasi bakteri dan Rehab ruang isolasi/identifikasi cendawan, Pelaksana CV. Telegai, dengan nilai pekerjaan Rp. 970 juta, Lokasi di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten lampung Tengah, , dugaan Penyimpangan tersebut adalah :
a.Pekerjaan tersebut tidak memberikan informasi pekerjaan atau tidak ada papan nama,
b.Pemakaian Rangka Baja Ringan pada kanal memiliki tebal 0,5 mm, yang seharusnya sesuai spesifikasi minimal 0,75 mm.
c.Pada pekerjaan dinding Sofi-sofi tidak dipasang balok gantung, tidak dipasang kolom praktis dan tidak diplester / acian.

2.Rehab Ruang laboratorium benih, Pelaksana ANABAE KARYA , dengan nilai pekerjaan Rp.947 juta, lokasi UPTD BPSB – Bandar Lampung, Bentuk dugaan Penyimpangan
Pekerjaan tersebut a.tidak memberikan informasi pekerjaan atau tidak ada papan nama,
b.Pada pekerjaan kolom beton menggunakan tulangan Sengkang 6,5 mm, seharusnya 8 mm
Pada tulangan Kolom menggunakan Tulangan besi banci 8,5 mm, seharusnya besi ulir 10 mm
c.Pada tulangan kolom menggunakan besi 6 batang, seharusnya besi ulir sebanyal 12 batang
d.Pekerjaan pondasi menggunakan batu belah putih, seharusnya menggunakan batu kali hitam
d Lebar kolom beton hanya 12 cm x 35,5 cm, seharusnya lebar 15 cm x 40 cm
Lebar dan tinggi sloof beton 14 cm x 19 cm, seharusnya 15 cm x 20 cm
e.Tulangan sengkang pada kolom menggunakan besi banci 6,9 mm, seharusnya 8 mm
f.Jarak tulangan sengkang pada kolom 20 cm, seharusnya 15 cm
g. Tulangan kolom praktis menggunakan besi banci 9 mm polos, seharusnya besi ulir D 10 mm

3. Rehab Ruang Penilaian Varietas, Pelaksana CV.Pesona Artha Intiland, dengan nilai pekerjaan Rp.540 juta, Lokasi Uptd BPSB – Bandar Lampung, bentuk dugaan penyimpangan,
Pekerjaan tersebut a. tidak memberikan informasi pekerjaan atau tidak ada papan nama, dan juga K3
b. Pada tulangan kolom Nomenklatur menggunakan tulangan besi banci 8,4 mm polos, seharusnya besi ulir D 10 mm
c. Tulangan Kolom yang terpasang hanya 4 batang besi polos, seharusnya besi sejumlah 8 batang D 10 mm/ ulir
d. Tulangan sengkang menggunakan besi banci 3,5 mm, seharusnya 8 mm polos

4. Pekerjaan Rehab Pagar, Pelaksana CV.Abiyan Nata Karya, dengan nilai pekerjaan 298 juta, lokasi pekerjaan Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung tengah, benytuk dugaan penyimpangan
Pekerjaan tersebut a. tidak memberikan informasi pekerjaan atau tidak ada papan nama
b. Pada pekerjaan pasangan Tulangan Kolom dan sloof menggunakan Besi Sengkang Banci berdiameter 5,7 mm dan 4,8 mm, seharusnya minimal 8 mm polos
c. Tulangan kolom dan Sloof menggunakan besi banci 7,4 mm dan 6,3 mm, seharusnya minimal 10 mm polos
Jarak tulangan sengkang kolom dan sloof 29 cm dan 27 cm, seharusnya maksimal 15 cm
d. Pekerjaan

5. Penyediaan Sarana Pengairan , Lokasi UPTD BPSB – Bandar Lampung, dengan nilai pekerjaan Rp. 641 juta, pelaksana CV.Napal Putih, Lokasi Uptd BPSB – Bandar Lampung, bentuk dugaan penyimpangan
a. Para pekerja tidak dilengkapi K3 Dan tidak ada papan nama Informasi proyek
b. Pada pekerjaan pasangan kolom K 1, Menggunakan tulangan pembesian Banci berdiameter 9,6 mm polos, semestinya D 13
c. Pada pekerjaan pasangan kolom K 1, menggunakan tulangan SENGKANG 4 mm Polos, seharusnya 10 mm polos
Jarak Tulangan Sengkang pada kolom K 1, berjarak 19 cm, seharusnya 15 cm
Tulangan Pembesian kolom K 1 berjumlah 8 batang, seharusnya 12 batang
d. Pada pekerjaan pasangan SENGKANG pembesian sloof S 2, menggunakan tulangan besi Banci 4 mm polos, seharusnya 8 mm polos
e. Pada pasangan Pembesian sloof S 2, menggunakan tulangan banci 8,4 mm polos, seharusnya D 13
f. Jumlah Tulangan besi sloof S 2 hanya 4 batang seharusnya 10 batang besi
g. Pada pekerjaan pasangan Balok B 2, menggunakan SENGKANG besi banci 4,2 mm seharusnya 10 mm polos
h. Jumlah Tulangan Balok B 2 hanya 4 batang seharusnya 10 batang besi (
i. Tulangan Balok B 2, menggunakan tulangan Banci 8,7 mm polos, seharunya besi ulir D 13
j. Pada tulangan kolom K 2, mengunakan tulangan polos seharusnya menggunakan tulangan sirip/ulir
k. Tulangan Besi kolom K 2 mengunakan tulangan besi Banci 8,5 mm, seharusnya menggunakan besi ulir D 10
l. Tulangan Besi Sengkang K 2, menggunakan tulangan besi banci 3,6 mm, seharusnya 8 mm
m. Jarak tulangan Sengkang K 2, 19 cm seharusnya 15 cm
Lebar kolom pratis 10 cm seharusnya kolom beton pratis 15 cm

6. Pekerjaan Rehab Ruang Penyimpanan Benih, Pelaksana CV.Dwi Tunggal Sejahtera, , dengan nilai pekerjaan Rp. 498 juta, Lokasi UPTD BPSB – Bandar Lampung, bentuk dugaan penyimpangan
tidak ada papan nama Informasi proyek
Pada pekerjaan pasangan diantara bingkai jendela dan pintu tidak dipasang kolom beton
Pada pekerjaan pasangan bingkai jendela tidak dipasang balok late
Pada pekerjaan baja ringan, Kanal yang digunakan memiliki tebal 0,5 mm, seharusnya 0,75 mm

7. Pekerjaan Rehab Ruang Kantor, Pelaksana CV. TANAH SUBUR MANDIRI, dengan nilai pekerjaan Rp.648 juta, lokasi di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten lampung Tengah, penyimpangan dimaksud adalah
a. tidak ada papan nama Informasi proyek
Pada pekerjaan b. pasangan Baja Ringan terdapat Kanal Baja memiliki tebal yang tidak sesuai gambar, hanya tebal 0,2 mm seharusnya 0,75 mm dan Reng baja memiliki tebal 0,2 mm , seharusnya tebal 0,35 mm
c. Pada Rangka platfon hollow memiliki tebal 0,1 mm, seharusnya memiliki tebal 0,3 mm
d. Pada pasangan tulangan balok dan ring balok besi yang dipakai adalah besi banci bediamter 6,7 mm, seharusnya 12 mm polos
Dan Tulangan sengngkang semuanya menggunakan tulangan banci 3,6 mm, seharunya Tulangan sengkang memakai besi 8 mm polos

8. Pekerjaan Rehab Ruang Sertifikasi Benih, Pelaksana CV DWI TUNGGAL SEJAHTERA, Nilai pekerjaan Rp.498 juta, lokasi pekerjaan UPTD BPSB – Bandar Lampung, bentuk dugaan penyimpangan,
a.tidak ada papan nama Informasi proyek
Penggunaan Baja ringan ( Kanal dan Reng ) tidak sesuai spesifikasi tebal 0.75, namun hanya 0,3 mm dan 0,4 mm

9. Pekerjaan rehab gudang prosesing benih upb palas, Pelaksana CV BUNGA MAS SEMESTA ,Nilai Pekerjaan Rp.509 juta, lokasi Pekerjaan Kecamatan Palas, kabupaten Lampung Selatan, bentuk dugaan a. penyimpangan
tidak ada papan nama Informasi proyek
Penggunaan Baja ringan ( Kanal dan Reng ) tidak sesuai spesifikasi tebal 0.75, namun hanya 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,6 mm
b. Pada pekerjaan pengecatan Dinding tidak dilakukan secara sempurna, masih terdapat cat lama yang menempel, sehingga akan megurangi mutu cat baru
c. Pada pekerjaan sliding door, terdapat bingkai rel berkarat dan tidak dilakukan pergantian baru, sehingga dikemudian hari akan menimbulkan korosi

Pada data dan bukti permulaan tersebut, ia yakin Aparat Penegak Hukum (APH) dapat melakukan pemeriksaan yang pada proyek tersebut, dan meneruskan perkara ini, tandasnya

Sebelumnya ashari menginginkan agar hasil temuanya ditindak lanjuti oleh instansi terkait, terutama melakukan pergantian material bangunan yang sarat dengan penyimpangan yang mengarah pada perbuatan menguntungkan sendiri atau kelompok tertentu sehingga celah-celah korupsi dapat diantisipasi sedini mungkin,

Hingg berita ini diturunkan, media belum dapat mengkonfirmasi lebih lanjut kepada pihak dinas Ketahanan pangan, maupun pihak rekanan sebagai kontraktor pelaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *