Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Hilirisasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah 

Politik69 Dilihat

19/02/2026
BANDAR LAMPUNG – Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Mirza–Jihan, mencatatkan tren positif pada sejumlah indikator ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 berada di kisaran 5 persen, ditopang sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, serta investasi dan perdagangan.

Namun di balik capaian tersebut, tantangan besar masih membayangi: hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan nilai tambah produk lokal belum sepenuhnya optimal.

Anggota Komisi II DPRD Lampung Fraksi Golkar, Handitya Narapati yang akrab disapa Dadek, menilai arah kebijakan Pemprov Lampung sudah berada di jalur yang tepat.

“Saya menilai kebijakan Pemprov Lampung sudah menunjukkan arah yang tepat, terutama dalam penguatan iklim investasi dan hilirisasi komoditas unggulan. Forum Lampung Economic and Investment Forum 2025 membuka peluang besar bagi investor nasional dan asing, termasuk di sektor pertanian modern dan industri pengolahan,” ujar Dadek, kemarin.

Menurutnya, sektor pertanian dan industri pengolahan masih menjadi motor utama ekonomi Lampung. Konsumsi rumah tangga dan pengolahan produk lokal turut mendorong laju pertumbuhan. Meski Pemprov meraih penghargaan “Excellence in Agriculture and Food Prosperity”, Dadek mengingatkan bahwa tantangan adopsi teknologi dan regenerasi petani masih harus diselesaikan.

“Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi harus dipercepat agar produk unggulan Lampung memiliki nilai tambah lebih tinggi,” tegasnya.

Di sektor pariwisata dan kelautan, target 20 juta kunjungan wisatawan pada 2025 dinilai sebagai langkah ambisius. Namun Dadek menekankan pentingnya pengelolaan destinasi yang inklusif agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat pesisir dan pedesaan.

Sementara itu, realisasi investasi Lampung pada 2025 mencapai sekitar Rp12,9 triliun, melampaui target. Capaian tersebut mencerminkan iklim usaha dan sistem perizinan yang semakin kondusif. Meski demikian, peran BUMD dinilai masih perlu diperkuat.

“BUMD harus fokus pada efisiensi dan kontribusi nyata terhadap PAD. Lampung jangan hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen produk bernilai tambah tinggi,” katanya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Mirza–Jihan, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan pariwisata hijau, serta peningkatan kualitas SDM disebut menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Lampung tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berkeadilan. (cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed