BANDARLAMPUNG —– Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza melakukan pertemuan dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto dalam rangka rencana penyusunan buku cerita rakyat sebagai pengenalan budaya Lampung sekaligus mendorong literasi dan promosi pariwisata daerah.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan itu, dibahas rencana kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Bank Indonesia Provinsi Lampung untuk mewujudkan buku cerita rakyat yang memuat nilai budaya dan pesan moral.
Bunda Wulan Mirza menyampaikan Lampung dinilai memiliki kekayaan kisah dan budaya yang belum banyak dikenal masyarakat luas, termasuk potensi destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Melalui buku cerita rakyat, kekayaan tersebut diharapkan dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.
Ia menuturkan buku ini tidak hanya menampilkan keindahan destinasi wisata, tetapi juga mengangkat cerita di baliknya sehingga memberikan nilai tambah dalam promosi pariwisata.
Pendekatan ini diharapkan mampu membuat destinasi lebih menarik karena memiliki narasi yang kuat dan berkesan.
“Kita tidak hanya menjual destinasi dan keindahan, tetapi juga menghadirkan cerita di dalamnya. Dengan adanya literasi dalam destinasi wisata, kita bisa sekaligus mempromosikan pariwisata,” ujarnya.
Selain sebagai media promosi, penyusunan buku cerita rakyat juga menjadi bagian dari upaya menggairahkan kembali minat baca masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
“Kita ingin menggairahkan kembali semangat literasi. Meski sekarang serba digital, jangan sampai buku ditinggalkan. Kita ingin merangsang generasi muda untuk kembali gemar membaca,” ungkapnya.
Penguatan literasi melalui buku diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membangun kembali kebiasaan membaca di kalangan masyarakat.
“Literasi menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kualitas SDM. Membaca adalah kunci untuk membuka wawasan dan membangun kualitas generasi ke depan,” tambahnya.
Wulan Mirza mengharapkan dukungan Bank Indonesia Provinsi Lampung dalam proses penyusunan buku ini. Buku tersebut juga direncanakan akan didistribusikan hingga ke desa-desa sebagai bagian dari pemerataan akses literasi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam merealisasikan buku cerita rakyat Lampung.(Adpim)












